SIRKULASI DADA UU ITE
Saking bejubelnya konflik, kadang-kadang kita sulit untuk menempatkan kapan tertawa, kapan menangis. Waktu kapan untuk berkeluh-kesah, kapan untuk bersenda-ria. Satu jam saja bertemu kawan-kawan, bisa jadi topik pembahasan kita nano-nano. Dibuka dengan cerita megahnya pertunangan Lesti dan Rizky Bilar. Ditutup dengan kisah tukang angkot yang sepi penumpang. Dada kita dipacu untuk beradaptasi dengan senang-sedih secara siap saji. Patriarki, korupsi, kolusi, nepotis, premanisme, terorisme dan segala tetek-bengek tentang kebengisan. Kita tak pernah tahu kenapa api terus menjalar. Atlet naik kancah, buku pribumi dijejer di Frankfut, Netflix ditembus sineas muda, dan segala hal tentang progresifitas. Mawar tak memilih hidung siapapun untuk disuguhkan aromanya. Senang sedih selalu beradu penguasaan dalam diri kita. Wilhen Dilthey sangat antusias menyimak karakteristik manusia dalam kacamata makro. Baginya, setiap peradaban atau sebuah era baru, akan membentuk kepribadian manu...